PUASA SEMBILAN HARI DI AWAL BULAN DZULHIJJAH

๐Ÿ–Š๏ธ Abu Ghozie As Sundawie
____________

Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah memiliki keistimewaan, dimana amalan sekecil apapun pada hari-hari tersebut lebih utama daripada BERJIHAD di jalan Allah, maka dianjurkan untuk memperbanyak amalan terutama, shalat, puasa, dzikir, membaca Al Quran, sedekah dan ibadah-ibadah lainnya yang disyariโ€™atkan.

๐Ÿ”– Diriwayatkan dari Ibnu โ€˜Abbas ia berkata, Rasulullah ๏ทบ bersabda :

ู…ูŽุง ู…ูู†ู’ ุฃูŽูŠู‘ูŽุงู…ู ุงู„ุนูŽู…ูŽู„ู ุงู„ุตู‘ูŽุงู„ูุญู ูููŠู‡ูู†ู‘ูŽ ุฃูŽุญูŽุจู‘ู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูู†ู’ ู‡ูŽุฐูู‡ู ุงู„ุฃูŽูŠู‘ูŽุงู…ู ุงู„ุนูŽุดู’ุฑูุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ููˆุง: ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูุŒ ูˆูŽู„ูŽุง ุงู„ุฌูู‡ูŽุงุฏู ูููŠ ุณูŽุจููŠู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูุŸ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู a: ูˆูŽู„ูŽุง ุงู„ุฌูู‡ูŽุงุฏู ูููŠ ุณูŽุจููŠู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูุŒ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุฑูŽุฌูู„ูŒ ุฎูŽุฑูŽุฌูŽ ุจูู†ูŽูู’ุณูู‡ู ูˆูŽู…ูŽุงู„ูู‡ู ููŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฑู’ุฌูุนู’ ู…ูู†ู’ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุจูุดูŽูŠู’ุกู

โ€œTidaklah ada hari-hari yang amal shalaih pada hari-hari tersebut lebih di cintai oleh Allah daripada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah.

Maka para sahabat bertanya, โ€œwahai Rasulullah apakah (amal shalih tersebut) lebih Allah cintai dari pada jihad fi sabilillah ?โ€.

Beliau menjawab, โ€œiya walaupun dengan jihad fi sabilillah, kecuali sesorang yang keluar (berjihad) dengan diri dan hartanya lalu tidak kembali setelah itu selamanya (syahid)โ€
(HR Bukhari : 926, Abu Dawud : 2438, Ahmad : 1968)

๐Ÿ“Ž Diantara amalan yang di anjurkan pada hari-hari yang mulia ini adalah puasa, karena ibadah puasa adalah ibadah yang agung yang tiada bandingannya.

๐Ÿ“ Puasa yang di maksud adalah puasa mutlak dari tanggal 1-9 Dzulhijjah, adapun pada tanggal 10 (iedul Adha) atau hari hari Tasyriq (11 -13 dzulhijjah) di larang untuk berpuasa karena ia adalah
H a r i R a y a, hari yang dianjurkan bergembira, sebagai hari makan dan minum .

Hal ini didasarkan pada riwayat dari Hunaidah bin Kholid, dari beberapa istri Nabi ๏ทบ mengatakan,

ยซูƒูŽุงู†ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู a ูŠูŽุตููˆู…ู ุชูุณู’ุนูŽ ุฐููŠ ุงู„ู’ุญูุฌู‘ูŽุฉูุŒ ูˆูŽูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุนูŽุงุดููˆุฑูŽุงุกูŽุŒ ูˆูŽุซูŽู„ูŽุงุซูŽุฉูŽ ุฃูŽูŠู‘ูŽุงู…ู ู…ูู†ู’ ูƒูู„ู‘ู ุดูŽู‡ู’ุฑูุŒ ุฃูŽูˆู‘ูŽู„ูŽ ุงุซู’ู†ูŽูŠู’ู†ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽู‡ู’ุฑู ูˆูŽุงู„ู’ุฎูŽู…ููŠุณูŽยป

โ€œRasulullah ๏ทบ biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari โ€˜Asyuraโ€™ (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya, awal bulan di hari Senin dan Kamis.โ€
(HR. Abu Daud : 2437 dan An-Nasaโ€™i : 2374)

Yang di maksud 9 ( Tisโ€™ah ) dalam hadits diatas adalah 9 hari bukan Taasiโ€™ (hari ke-9), sebagaimana yang di jelaskan oleh para ulama di Lajnah Daaimah (majlis fatwa Saudi Arabia) ketika di tanya dalam masalah ini, mereka menukil perkataan Imam As Syaukani rahimahullah di kitab Nailul Authar :

ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ุชูŽู‚ูŽุฏู‘ูŽู…ูŽ ูููŠู’ ูƒูุชูŽุงุจู ุงู„ู’ุนููŠู’ุฏูŽูŠู’ู†ู ุฃูŽุญูŽุงุฏููŠู’ุซู ุชูŽุฏูู„ู‘ู ุนูŽู„ูŽู‰ ููŽุถููŠู’ู„ูŽุฉู ุงู„ู’ุนูŽู…ูŽู„ู ูููŠู’ ุนูŽุดู’ุฑู ุฐููŠู’ ุงู„ู’ุญูุฌู‘ูŽุฉู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุนูู…ููˆู’ู…ูุŒ ูˆูŽุงู„ุตู‘ูŽูˆู’ู…ู ู…ูู†ู’ุฏูŽุฑูุฌู ุชูŽุญู’ุชูŽู‡ูŽุงุŒ ูˆูŽู‚ูŽูˆู’ู„ู ุจูŽุนู’ุถูู‡ูู…ู’: ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ู…ูุฑูŽุงุฏูŽ ุจูุชูุณู’ุนู ุฐููŠู’ ุงู’ู„ุญูุฌู‘ูŽุฉู ุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ุชู‘ูŽุงุณูุนู : ุชูŽุฃู’ูˆููŠู’ู„ูŒ ู…ูŽุฑู’ุฏููˆู’ุฏูŒุŒ ูˆูŽุฎูŽุทุฃูŒ ุธูŽุงู‡ูุฑูŒ ู„ูู„ู’ููŽุฑู’ู‚ู ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ุชู‘ูุณู’ุนู ูˆูŽุงู„ุชู‘ูŽุงุณูุนู.

โ€œTelah berlalu di dalam kitab (pembahasan masalah) dua hari raya hadits-hadits yang menunjukan keutamaan beramal ibadah di sepuluh awal bulan Dzulhijjah sementara ibadah puasa adalah bagian dari ibadah yang mulia, adapun sebagian (ulama) mengatakan bahwa yang di maksud Sembilan Dzulhijjah itu adalah tanggal Sembilan, maka ini adalah penafsiran yang batil lagi tertolak, dan Nampak sekali kesalahannya karena beda antara Sembilan hari (tisโ€™ah) dengan hari ke Sembilan (at Taasiโ€™)โ€
(lihat Fatwa Lajnah Ad Daaimah 9/308 no Fatwa : 20247).

Di antara sahabat yang mempraktekkan puasa selama sembilan hari awal Dzulhijah adalah Ibnu โ€˜Umar.

Ulama lain seperti Al Hasan Al Bashri, Ibnu Sirin dan Qotadah juga menyebutkan keutamaan berpuasa pada hari-hari tersebut.

Inilah yang menjadi pendapat mayoritas ulama.
(Latho-if Al Maโ€™arif, hal. 459).

Adapun hadits yang di riwayatkan dari Aisyah radhiyallahu anha ia berkata :

ยซู…ูŽุง ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชู ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ๏ทบ ุตูŽุงุฆูู…ู‹ุง ูููŠ ุงู„ู’ุนูŽุดู’ุฑู ู‚ูŽุทู‘ูยป

โ€œAku tidak pernah melihat Rasulullah ๏ทบ berpuasa pada sepuluh hari (awal) bulan Dzulhijah sama sekali.โ€
(HR. Muslim : 1176).

Hadits ini tidak lah menafikan berpuasa pada hari-hari sepuluh di awal bulan Dzulhijjah, karena bisa jadi Rasulullah ๏ทบ tidak melakukan itu karena sebab tertentu seperti sakit, atau karena memberatkan kepada umatnya karena khawatir di wajibkan.

Hal ini sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam As Syaukani rahimahullah yang mengatakan :

ูˆูŽุฃูŽู…ู‘ูŽุง ู…ูŽุง ุฃูŽุฎู’ุฑูŽุฌูŽู‡ู ู…ูุณู’ู„ูู…ูŒ ุนูŽู†ู’ ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’: ู…ูŽุง ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชู ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู a ุตูŽุงุฆูู…ู‹ุง ูููŠ ุงู„ู’ุนูŽุดู’ุฑู ู‚ูŽุทู‘ู ” ูˆูŽูููŠ ุฑููˆูŽุงูŠูŽุฉู: ” ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุตูู…ู’ ุงู„ู’ุนูŽุดู’ุฑูŽ ู‚ูŽุทู‘ู ”

โ€œAdapun yang diriwayatkan oleh Muslim dari Aisyah radhiyallahu anha bahwasanya ia berkata,

โ€œAku tidak pernah melihat Rasulullah ๏ทบ berpuasa pada sepuluh hari (awal) bulan Dzulhijah sama sekali.โ€.

Dalam riwayat lain, Tidak pernah beliau berpuasa pada hari yang sepuluh (awal Dzulhijjah).

ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู’ุนูู„ูŽู…ูŽุงุกู: ุงู„ู’ู…ูุฑูŽุงุฏู ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุตูู…ู’ู‡ูŽุง ู„ูุนูŽุงุฑูุถู ู…ูŽุฑูŽุถู ุฃูŽูˆู’ ุณูŽููŽุฑู ุฃูŽูˆู’ ุบูŽูŠู’ุฑูู‡ูู…ูŽุงุŒ ุฃูŽูˆู’ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุนูŽุฏูŽู…ูŽ ุฑูุคู’ูŠูŽุชูู‡ูŽุง ู„ูŽู‡ู ุตูŽุงุฆูู…ู‹ุง ู„ูŽุง ูŠูŽุณู’ุชูŽู„ู’ุฒูู…ู ุงู„ู’ุนูŽุฏูŽู…ูŽุŒ

Para Ulama rahimahumullah berkata, yang di maksud adalah beliau tidak berpuasa karena ada halangan sakit atau safar atau yang lainnya, atau tidak kelihatannya beliau berpuasa pada sepuluh hari awal Dzulhijjah bukan berarti tidak boleh berpuasa

ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู‚ูŽุฏู’ ุซูŽุจูŽุชูŽ ู…ูู†ู’ ู‚ูŽูˆู’ู„ูู‡ู ู…ูŽุง ูŠูŽุฏูู„ู‘ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽุดู’ุฑููˆุนููŠู‘ูŽุฉู ุตูŽูˆู’ู…ูู‡ูŽุง ูƒูŽู…ูŽุง ูููŠ ุญูŽุฏููŠุซู ุงู„ู’ุจูŽุงุจู ููŽู„ูŽุง ูŠูŽู‚ู’ุฏูŽุญู ูููŠ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุนูŽุฏูŽู…ู ุงู„ู’ููุนู’ู„ู.

karena telah tetap adanya pensyariโ€™atan puasa pada hari hari tersebut sebagaimana di dalam pembahasan hadits kita, maka tidak tercela pula bagi orang yang tidak melakukannyaโ€
(Nailul Authar 4/283).

Demikian semoga tercerahkan.
____________๐Ÿชด

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *