PERKATAAN PARA SALAF AKAN PENTINGNYA BAHASA ARAB

PERKATAAN PARA SALAF AKAN PENTINGNYA BAHASA ARAB

Oleh : Abu Ghozie As Sundawie

Sejauhmana penguasaan kita terhadap bahasa Arab maka sejauh itu pula pengetahuan kita tentang islam. Bahasa Arab itu ibarat bejana , maka semakin besar sebuah wadah maka akan semakin banyak pula ia menampung isinya. Hal ini dikarenakan sumber petunjuk yaitu al Quran dan As Sunnah berbahasa arab. Allah Ta’ala telah menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur’an karena bahasa Arab adalah bahasa terbaik yang pernah ada. Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala,

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

“Sesungguhnya Kami telah jadikan Al-Quran dalam bahasa Arab supaya kalian memikirkannya.” (QS. Yusuf : 2)

Imam Ibnu Katsir rahimahullah menyatakan,

فَلِهَذَا أُنْزِلَ أَشْرَفُ الْكُتُبِ بِأَشْرَفِ اللُّغَاتِ، عَلَى أَشْرَفِ الرُّسُلِ بِسِفَارَةِ أَشْرَفِ الْمَلَائِكَةِ، وَكَانَ ذَلِكَ فِي أَشْرَفِ بِقَاعِ الْأَرْضِ، وَابْتَدَئَ إِنْزَالُهُ فِي أَشْرَفِ شُهُورِ السَّنَةِ، وَهُوَ رَمَضَانُ، فَكَمُلَ مِنْ كُلِّ الْوُجُوهِ، وَلِهَذَا قَالَ تَعَالَى: نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ أَحْسَنَ الْقَصَصِ بِما أَوْحَيْنا إِلَيْكَ هذَا الْقُرْآنَ بِسَبَبِ إِيحَائِنَا إِلَيْكَ هَذَا الْقُرْآنَ.

“Karena Al-Qur’an adalah kitab yang paling mulia, diturunkan dengan bahasa yang paling mulia, diajarkan pada Rasul yang paling mulia, disampaikan oleh malaikat yang paling mulia, diturunkan di tempat yang paling mulia di muka bumi, diturunkan pula di bulan yang mulia yaitu bulan Ramadhan. Dari berbagai sisi itu, kita bisa menilai bagaimanakah mulianya kitab suci Al-Qur’an.” (Tafsir Ibnu Katsir 4/314)

Imam Asy-Syafi’i rahimahullah berkata,

من تبَحَرَّ فى النحو اهتدى إلى كل العلوم

“Siapa yang menguasai nahwu, dia dimudahkan untuk memahami seluruh ilmu.” (Syadzarat ad-Dzahab, 1/321)

Umar bin Khattab radhiyallahu anhu menulis surat kepada Abu Musa al Asy’ari radhiyallahu anhu ;

« أَمَّا بَعْدُ فَتَفَقَّهُوا فِي السُّنَّةِ، وَتَفَقَّهُوا فِي الْعَرَبِيَّةِ، وَأَعْرِبُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ عَرَبِيٌّ»

“Amma ba’du, maka belajarlah kalian sunnah Nabi belajarlah ilmu Fikih, dan belajarlah bahasa arab dan berlatihlah mengenal I’rab dari susunan Al Qur’an karena itu bagian dari bahasa arab” (HR Ibnu Abi Syaibah 10/457 no. 9963)

Umar juga berkata :

«تَعَلَّمُوا اللَّحْنَ، وَالْفَرَائِضَ فَإِنَّهُ مِنْ دِينِكُمْ»

“Pelajarilah bahasa (supaya tidak salah ucap) dan pelajarilah ilmu faraid (waris) karena ia adalah bagian dari agama kalian” (HR Ibnu Abi Syaibah : 9975)

Dalam lafadz lain :

تَعَلَّمُوا اللَّحْنَ وَالْفَرَائِضَ وَالسُّنَّةَ كَمَا تَعَلَّمُونَ الْقُرْآنَ»

“Pelajarilah bahasa (supaya tidak salah ucap) pelajari pula ilmu waris, sunnah sebagaimana kalian mempelajari al Quran”

Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata :

فإن نفس اللغة العربية من الدين، ومعرفتها فرض واجب، فإن فهم الكتاب والسنة فرض، ولا يفهم إلا بفهم اللغة العربية، وما لا يتم الواجب إلا به فهو واجب.

Sesungguhnya bahasa arab adalah bagian dari agama mempelajari bahasa arab adalah fardhu ‘ain dan mempelajari al Quran dan as Sunnah tidak akan terjadi kecuali apabila mengetahui bahasa arab, sementara kaedah berbunyi ‘sesuatu yang wajib yang tidak bisa terpenuhi kecuali dengan adanya penyebab maka penyebab itu juga hukumnya wajib” (Iqtidha As Shirathal Mustaqim 1/470)

Imam As Syathibi rahimahullah berkata tentang al Quran :

فَمَنْ أَرَادَ تَفَهُّمَهُ، فَمِنْ جِهَةِ لِسَانِ الْعَرَبِ يُفْهَمُ، وَلَا سَبِيلَ إِلَى تَطَلُّبِ فَهْمِهِ مِنْ غَيْرِ هَذِهِ الْجِهَةِ

Maka barangsiapa yang ingin memahami al Quran maka hanya dengan cara memahami bahasa arab tidak ada jalan lain untuk memahaminya selain jalan itu” (al Muwafqat 2/43)

Beliau rahimahullah juga berkata :

الشَّرِيعَةُ عَرَبِيَّةٌ، وَإِذَا كَانَتْ عَرَبِيَّةً؛ فَلَا يَفْهَمُهَا حَقَّ الْفَهْمِ إِلَّا مَنْ فَهِمَ اللُّغَةَ الْعَرَبِيَّةِ حَقَّ الْفَهْمِ؛ لِأَنَّهُمَا سِيَّانِ فِي النَّمَطِ مَا عَدَا وُجُوهَ الْإِعْجَازِ

(sumber) syari’at islam itu dalam bentuk bahasa arab maka tidak mungkin bisa dipahami dengan benar kecuali dengan memahami bahasa arab karena keduanya dalam bentuk yang sama (sama sama bahasa arab) kecuali yang berkaitan dengan majaz (kiasan)” (al Muwafaqat 2/43).

Demikian semoga tercerahkan dan termotivasi untuk semangat belajar bahasa Arab, Wallahu A’lam

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *